INSTALASI
KETENAGALISTRIKAN
1.1 Topologi Instalasi Ketenagalistrikan
Instalasi
ketenagalistrikan yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) terdiri dari Instalasi
Pembangkitan,Instalasi Transmisi & Gardu Induk (disebut juga Instalasi
Penyaluran ) serta Instalasi Distribusi.
Gambar 1 dan 2 dibawah ini menunjukkan Topologi Instalasi
Ketenagalistrikan.

Gambar 1

Gambar
2
1.2
Instalasi Pembangkitan
Instalasi Pembangkitan adalah suatu
instalasi Pusat Pembangkit tenaga listrik yang berfungsi mengubah energi primer
(Tenaga Air, Uap,Gas, Panas Bumi, Minyak, Nuklir, dll ) menjadi energi primer.
Pusat pembangkit
yang telah dimiliki PT PLN (Persero) terdiri dari :
1.2.1 PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel)
Adalah
pembangkit listrik yang menggunakan
mesin diesel dengan bahan bakar minyak solar atau residu.
Peralatan utama suatu PLTD adalah sebagai berikut :
- Mesin Diesel
Merupakan
penggerak utama yang akan menggerakkan generator untuk menghasilkan energi
listrik. Dalam mesin diesel terjadi proses pembakaran bahan bakar dengan udara.
Mesin diesel dilengkapi dengan turbocharger (pengisi
udara), intercooler (pendingin udara),governor (pengatur kecepatan) dan
peralatan lainnya.
Mesin diesel dapat dioperasikan dengan bahan bakar minyak maupun bahan bakar gas.
- Generator
Generator
berfungsi mengubah energi mekanis yang dihasilkan mesin disel menjadi energi
listrik. Generator yang digunakan adalah generator arus bolak-balik (AC) fasa tiga.
- Peralatan hubung
(Switchgears)
Peralatan
ini berfungsi untuk menyalurkan energi listrik yang dihasilkan
generator,terdiri dari panel-panel dan switchgears,yaitu Circuit Breaker (CB)
atau PMT,Disconnector Switch (DS) atau PMS,Rele proteksi & meter-meter
pengukuran ,dll.
- Panel Kontrol
Panel
kontrol terdiri dari panel kontrol peralatan listrik dan mesin serta panel
kontrol peralatan Bantu,berfungsi untuk mengendalikan pengoperasian PLTD.
- Step Up
Transformer
Step
Up Transformer berfungsi menaikkan tegangan dari generator (tegangan rendah 380
Volt,tegangan menegah 6 kV atau 11 kV )dinaikkan menjadi tegangan system sistem
penyaluran atau system distribusi (20 kV,70 kV atau 150 kV).
Gambar berikut ini
menunjukan blok diagram suatu PLTD
Gambar 3
1.2.2 Pusat Listrik Tenaga Gas
(PLTG).
PLTG merupakan pusat pembangkit
listrik yang mengubah energi yang terkandung dalam bahan bakar (minyak atau
gas) menjadi energi listrik. Mesin penggerak yang digunakan adalah turbin gas.
Peralatan utama PLTG terdiri dari :
- Mesin
turbin gas yang terdiri dari Kompresor ruang bakar,Turbin dan
peralatan lainnya,berfungsi untuk mengubah energi (kimia) bahan bakar menjadi
energi mekanis yang akan menggerakkan generator.
-
Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanis yang
dihasilkan mesin turbin gas menjadi energi listrik.
-
Step-Up Tranformer
mengubah tegangan listrik yang dihasilkan generator dinaikkan menjadi/sesuai
dengan tegangan sistim transmisi (70KV, 150 KV)
-
Peralatan Bantu terdiri dari system bahan baker, system
udara, system start dan system gas buang. Pendinginan pada mesin turbin gas
dilakukan dengan menggunakan udara masuk, oleh karena itu jumlah udara masuk
mesin lebih banyak dari yang diperlukan untuk pembakaran.
-
Peralatan Hubung Bagi (switchgears) :
Energi listrik yang dihasilkan generator setelah tegangannya dinaikkan oleh
Step-up Transformer selanjutnya disalurkan ke system transmisi/distribusi
melalui peralatan hubung bagi yang berfungsi untuk melepas/menghubungkan dengan
beban system jaringan.
-
Panel Kontrol: Terdiri dari panel control
mesin&peralatan Bantu dan panel control listrik.
1.2.3 Pusat Listrik Tenaga Uap
Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
merupakan pembangkit listrik yang mengubah energi (kimia) bahan bakar menjadi
energi listrik. Bahan bakar yang dibakar berfungsi memanaskan air dalam ketel
sehingga menjadi uap yang memutar turbin yang akan menggerakkan generator.
Peralatan utamanya adalah ketel (Boiler) dan Turbin Uap. Peralatan lainnya
adalah kondensor, heater (pemanas) pompa air ketel dan lain-lain merupakan
peralatan bantu yang diperlukan agar instalasi turbin uap dapat beroperasi. PLTU dapat
dioperasikan baik dengan BBM, BBG atau bahan bakar padat (misalnya batubara).
Fungsi
masing-masing peralatan :
Ketel menghasilkan
uap air dengan suhu dan tekanan tinggi. Air dalam ketel dipanaskan oleh
pembakar (bunner)
Turbin Uap mengubah
energi yang dikandung uap air menjadi energi mekanis sehingga turbin berputar
menggerakan generator.
Peralatan Bantu terdiri
dari pompa air pengisi ketel, pemanas, tangki dll.
Generator mengubah
energi mekanis turbin uap menjadi energi listrik.
Step-Up Transformer
menaikan tegangan generator ke tegangan tinggi/transmisi.
Switchgear
berfungsi membagi tenaga listrik/menghubungkan pembangkit dengan saluran
transmisi.
1.2.4 Pusat
Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU)
Seperti diterangkan
terdahulu PLTGU merupakan gabungan PLTG dan PLTU. Dalam PLTGU energi panas yang
masih terkandung dalam gas buang PLTG dimanfaatkan lagi sebagai sumber energi
untuk ketel pada PLTU.
Maksud dari
penggabungan PLTG, PLTU tersebut adalah agar efisiensi pembangkit menjadi lebih
tinggi. Fungsi dan jenis peralatannya sama dengan peralatan PLTG dan PLTU.
1.2.5 Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi
Pusat listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebenarnya sejenis dengan PLTU.
Perbedaannya adalah uap air yang digunakan adalah uap air yang dihasilkan oleh
sumber panas bumi (dari dalam bumi) yang biasanya terdapat di daerah-daerah
tertentu misalnya Kamojang (Jawa Barat), Lahendong (Sulawesi Utara), Gunung
Salak (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah)
Jadi pada PLTP tidak diperlukan Ketel (Boiler) untuk memproduksi uap air
dan tidak perlu bahan bakar.
Gambar 4 menunjukkan flow diagram
suatu PLTP
Gambar 4
1.2.5 Pusat
Listrik Tenaga Air (PLTA)
Berlainan dengan
PLTD, PLTG, PLTU yang merupakan pembangkit listrik tenaga termal, Pusat Listrik
Tenaga Air (PLTA/PLTM) merupakan instalasi pembangkit listrik yang mengubah
energi air (energi gravitasi) menjadi energi listrik.
Mesin penggerak
yang digunakan adalah turbin air yang akan memutar generator untuk menghasilkan
listrik.
Secara garis besar
peralatan PLTA dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu:
a.
Bangunan Sipil : Bendungan, saluran air (pipa-pesat)
b.
Peralatan Mekanik & Elektrikan : turbin air,
Generator dan lain-lain (termasuk peralatan kontrol dan instrument)
c.
Peralatan
penyaluran tenaga listrik: Switchgear, step-up transformer dll
PLTM (Mikrohidro)
adalah PLTA dengan kapasitas kecil yaitu <50 kW, sedangkan PLTM (Minihidro)
adalah PLTA berkapasitas 50 kW – 5000KW.
Gambar 5 menunjukan
suatu instalasi PLTA
Gambar 5
1.2 Instalasi
Transmisi dan Gardu Induk ( Instalasi Penyaluran )
Instalasi Penyaluran berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik :
-
Dari Pusat pembangkit ke Gardu Induk
-
Dari Pusat Pembangkit ke Konsumen tegangan tinggi
-
Dari Gardu induk ke gardu induk
-
Dari Gardu Induk ke konsumen tegangan tinggi
Sedangkan
media penyalurannya bisa melalui kawat yang berupa saluran udara (Transmisi)
dan melalui kabel yang berupa saluran kabel bawah tanah (Underground cable) dan
saluran kabel bawah laut (Submarine Cable).
Instalasi penyaluran terdiri
dari :
-
Saluran
Transmisi (SUTT / SUTET)
-
Gardu
induk (GI / GITET)
-
Pengatur
Beban
1.3.1 Saluran
Transmisi
Saluran transmisi adalah peralatan
listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit
ke gardu induk,dari gardu induk ke gardu induk dan dari gardu induk ke konsumen
tegangan tinggi.
Sistem tegangan saluran transmisi yang berlaku di PLN ,yaitu :
Untuk tegangan 30 kV,70 kV dan 150 kV disebut Saluran Udara Tegangan Tinggi
(SUTT).
Untuk tegangan 500 kV disebut Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Peralatan SUTT / SUTETI terdiri dari :
-
Tower
/ tiang transmisi
-
Kawat
Tanah (Ground Wire)
-
Kawat
penghantar (Conductor)
-
Isolator
-
Spacer
(Perentang)
-
Damper
(Peredam)
-
Tanduk
api (Arching Horn)
Gambar 6 dan 7 dibawah ini
menunjukkan contoh SUTET 500 kV dan SUTT 150 kV.
Gambar 6
Gambar 7
1.3.2.
Gardu Induk (GI)
1.3.2.1. Pengertian /
fungsi gardu induk :
Gardu induk adalah : suatu instalasi listrik yang berfungsi untuk menerima dan menyalurkan
tenaga listrik melalui sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET), Tegangan Tinggi
(TT) Dan Tegangan Menengah (TM).
Tenaga listrik yang diterima / disalurkan berasal dari pusat-pusat
pembangkit tenaga listrik ataupun dari gardu induk lain.
1.3.2.2.
klasifikasi gardu induk
Berdasarkan Tegangannya :
•
GI Transmisi
•
GI Distribusi
Berdasarkan Penempatan
peralatannya:
•
GI pasangan
dalam (in door substation)
•
GI pasangan
luar (out door substation)
•
GI sebagian
pasangan luar (combined out door substation)
•
GI pasangan
bawah tanah (under ground substation)
•
GI sebagian
pasangan bawah tanah (semi under ground substation)
•
GI mobil
(mobile substation)
Berdasarkan Isolasi Yang Dipakai
•
GI isolasi
udara
•
GI isolasi
gas (GIS)
1.3.2.3.
Peralatan Utama Gardu Induk
a. Trafnsformator (Trafo)
-
Trafo Tenaga (Trafo Daya)
-
Trafo Instrumen (Pengukuran) :
•
Trafo Arus (CT)
•
Trafo Tegangan (PT)
b. Pemutus Tenaga ( PMT / CB )
c. Pemisah (PMS / DS )
d. Busbar (REL DAYA)
e. Isolator
f. Lightning Arrester (LA)
g. Reaktor (XL)
h. Static Capasitor (SC)
i. Peralatan Sistem Pentanahan
j. Peralatan Komunikasi (PLC / JWOTS)
Contoh salah
satu peralatan Gardu Induk (Trafo Tenaga) adalah seperti gambar 8 dibawah ini
Gambar 8
Sedangkan gambar 9 dibawah ini
menunjukkan instalasi / peralatan suatu Gardu Induk dalam bentuk singgle line
diagram.
Gambar 9
keterangan
gambar :
1. Lightning Arrester (LA)
2. Trafo Tegangan (PT)
3. Pms Tanah Penghantar I 150 KV
4. PMS Penghantar (PMS LINE) I 150 KV
5. Trafo Arus (CT)
6. PMT (CB) 150 KV Penghantar I
7. PMS REL 150 KV Penghantar I
8. REL (BUSBAR) 150 KV
9. PMS REL 150 KV Trafo I
10. PMT 150 KV TRAFO I
11. Trafo Arus (CT) Sisi 150 KV Trafo I
12. Trafo Tenaga 150/20 KV, 30 MVA
13. Netral Grounding Resistance (NGR)
14. Trafo Arus (CT) SISI 20 KV TRAFO I
15. PMT 20 KV TRAFO I
16. PMS REL 20 KV TRAFO I
17. Trafo Tegangan (PT) REL 150 KV
18. REL (BUSBAR) 20 KV
19. PMS REL 20 KV Penyulang I
20. PMT 20 KV Penyulang I
21. Trafo Arus (CT) Penyulang I
22. PMS Kabel Penyulang I
23. PMS Tanah Penyulang I
24. PMS Rel Trafo PS (Pemakaian Sendiri)
25. PMT 20 KV Trafo PS
26. Trafo Arus (CT) Trafo PS.
27. Trafo PS. 20 KV / 380 KV
1.3.2.2. Single Line
Diagram (Bagan Kutub Tunggal Gardu
Induk)
Adalah suatu diagram listrik
pada gardu induk yang menunjukkan peralatan terpasang dan hubungan rangkaian
dari gardu induk tersebut.
Gambar 10 dibawah ini
menunjukkan singgle line diagram suatu gardu induk
Gambar 10
1.3.2.2. Sistem
hubungan rangkaian (sistem busbar) di gardu induk
a.
Single
busbar ( Rel Tunggal) :
•
Rel tunggal
•
Rel tunggal dengan pms bagian
•
Rel tunggal dengan pmt dan pms
bagian
b. Double busbar ( Rel Ganda) :
•
Rel ganda standar
•
Rel ganda dengan sistem 1,5 CB
•
Rel ganda dengan sistem 2 CB
•
Rel ganda dengan sistem 4
bagian (menggunakan bus section)
Gambar 11 s/d 18 menunjukkan
contoh-contoh hubungan rangkaian / sistem Busbar di Gardu Induk
Gambar 11
Gambar 17
Gambar 18
1.3.2.2.
Gardu
Induk GIS (Gas Insulated Switchgear)
Adalah gardu induk yang menggunakan gas untuk
mengisolasi bagian - bagian bertegangan antara fasa maupun dengan badan /
tanah.
Umumnya Gardu Induk Ini Menggunakan Gas SF6 (SF6
Gas Insulated Switchgear Equipment)
Gambar 19 dan 20 dibawah ini menunjukkan Gardu
Induk GIS, sedangkan gambar 21 menunjukkan Gardu Induk Konvensional (Open Type)
Gambar 19
1.3.2.2. Keuntungan dan
Kerugian Menggunakan GIS Dibanding Dengan GI Konvensional
Keuntungan menggunakan GIS dibanding dengan GI Konfensional:
a.
Hemat
ruang
b.
Keandalan
tinggi
c.
Hemat
pengawasan dan perawatan
d.
Enviromental
harmony
e.
Reduksi
waktu instalasi
f.
Keamanan
Kerugian :
Biaya / harga relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan GI
konvensional
1.4.
Instalasi Distribusi
Adalah suatu instalasi
tenaga listrik yang melayani distribusi tenaga listrik mulai dari sistem
penyaluran sampai ke konsumen.
Peralatan yang terdapat pada instalasi distribusi terdiri dari :
-
Gardu
Induk sisi 20 kV ( Switchgear 20 kV)
-
Pusat
pengatur distribusi (distribution controll centre/ DCC), saat ini di lingkungan
jawa bali disebut Area Pengatur Distribusi (APD)
-
Jaringan
tegangan menengah ( SUTM & SKTM)
-
Gardu
Distribusi
-
Jaringan
Tegangan Rendah (SUTR & SKTR)
-
Sambungan
Pelayanan Tegangan Rendah (Sampel TR)
-
Alat
Pengukur dan Pembatas (APP)
1.4.1.
Gardu Induk sisi 20 kV
Gardu Induk sisi 20 kV
merupakan ”hulu” dari sistem Distribusi. Pada GI sisi 20 kV terjadi penurunan
tegangan dari 150 kV ke 20 kV atau dari 70 kV ke 20 kV. Pada GI 20 kV juga
terjadi penyaluran tenaga listrik dari sistem penyaluran ke sistem distribusi.
Peralatan listrik yang terdapat pada GI sisi 20 kV adalah sebagai
berikut :
-
PMT (CB)
untuk penyulang-penyulang
-
PMS
(DS)
-
Rel
/ Busbar
-
Kubikel
-
Trafo
Arus (CT)
-
Trafo
Tegangan (PT)
-
Panel
Kontrol
-
Meter-meter
(Amper Meter, KWH Meter, KVARH Meter, Volt Meter)
-
Rele-rele
proteksi (OCR &GFR)
-
Lampu-lampu
/ indikator / anounciator
-
Trafo
pemakaian sendiri
Contoh instalasi/peralatan GI 20 kV dapat dilihat pada gambar 22 dan 23
1.4.2. Pusat Pengatur Distribusi
Ditempat ini dilakukan pengaturan dan pengendalian
operasi sistem distribusi (Penyulang-penyulang 20 kV) dari Gardu Induk yang
dilaksanakan oleh Dispatcher.
Unit kerja PLN yang menangani kegiatan tersebut di
lingkungan jawa bali disebut unit Area Pengatur Distribusi (PLN APD). PLN APD
juga menangani pekerjaan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi GI 20 kV.
1.4.3. Jaringan
Tegangan Menengah (JTM)
Jaringan Tegangan Menengah terdiri dari Saluran Udara
Tegangan Menengah (SUTM) dan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM). Fungsi
dari JTM adalah menyalurkan tenaga listrik mulai dari GI Sisi 20kV sampai ke
gardu induk distribusi.
Gambar 24 dibawah ini menunjukkan contoh suatu Saluran Udara Tegangan Menengah
(SUTM).
1.4.3. Gardu
Hubung
Berfungsi
sebagai pengumpul, pembagi dan penyalur tenaga listrik ke gardu-gardu lain
(gardu-gardu distribusi) dan sebagai perlengkapan manuver untuk jaringan spindle.
Pada
kondisi normal semua penyulang disuplai dari gardu induk, tapi pada kondisi
tertentu disuplai dari gardu hubung melalui penyulang expres dari GI tersebut
atau dari GI lain.
1.4.5. Gardu
Distribusi
Berfungsi
untuk membagi, menyalurkan tenaga listrik dan menurunkan tegangan dari sistem
tegangan menengah (20 kV ) ke sistem tegangan rendah (380-220 Volt) untuk
melayani konsumen tegangan rendah.
- Jenis-jenis gardu
distribusi terdiri ;
- Gardu tiang /
Gardu Portal
- Gardu tembok /
Gardu Beton
- Gardu Cantol
- Gardu Kios
Gambar 25 s/d 33
dibawah ini menunjukan contoh gardu beton, gardu tiang, dan gardu cantol.
1.4.6. Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
Jaringan Tegangan Rendah (JTR) terdiri dari Saluran Udara Tegangan
Rendah (SUTR) dan Saluran Kabel Tegangan
Rendah (SKTR), yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu
distribusi ke konsumen.
1.4.7. Sambungan Pelanggan Tegangan Rendah (Sampel TR)
Merupakan sarana penghubung antara jaringan tegangan rendah dengan rumah
pelanggan, tepatnya menghubungkan / menyambungkan antara tiang listrik dengan
APP yang terpasang dipelanggan.
1.4.8. Alat Pengukur dan Pembatas (APP)
Berfungsi untuk mengukur dan membatasi pemakai daya (energi listrik) sesuai
dengan kontrak dalam transaksi jual beli tenaga listrik.
Peralatan pengukur
terdiri dari :
1.
Meter KWH
2.
Meter KVARH
3.
Trafo arus dan trafo tegangan
Peralatan pembatas
terdiri dari :
1.
MCB
2.
Pelebur (kawat lebur, NH Fuse)
3.
Rele
4.
Alat
bantu / Time Switch
Gambar 34 dan 35
dibawah ini Menunjukan peralatan APP dan AMR (Automatic Meter Reading)
No comments:
Post a Comment